Download Bootstrap 3

  


  Bagi para pengembang web atau web developer, tentu sudah tidak asing lagi dengan Bootstrap bukan? Ya, Bootstrap merupakan framework untuk HTML, CSS, dan JavaScript yang paling populer. Bootstrap ini biasa digunakan oleh para web developer untuk membantu membuat website responsif dengan lebih cepat. Website responsif akan menyesuaikan tampilan secara otomatis saat kita buka di browser desktop, mobile, maupun tablet. Nah, kali ini saya akan memagikan software yang bernama Bootstrap Studio. Bootstrap Studio 3 merupakan software yang berfungsi untuk membuat page sebuah website dengan sangat mudah dan cepat. Para web developer wajib mencoba software yang satu ini!



Untuk download : KLIK DISINI



dan untuk website resmi bootstrap bisa kalian KLIK DISINI


Berikut tutorial sederhana untuk menggunakan bootstrap


Ekstrak File Bootstrap
Selanjutnya ekstraklah file Bootstrap yang telah didownload tadi (bootstrap-3.3.6-dist.zip) kemudian simpan di sebuah folder tertentu. Akan muncul sebuah folder dengan nama bootstrap-3.3.6-dist dan di dalamnya ada beberapa folder lagi yaitu css, js dan fonts. Jika file Bootstrap yang kamu download sama versinya dengan saat tulisan ini dibuat, maka kurang lebih seperti berikut isi file bootstrap-3.3.6-dist.zip yang telah diekstrak tadi.

bootstrap-3.3.6-dist/ ├── css/ │ ├── bootstrap.css │ ├── bootstrap.css.map │ ├── bootstrap.min.css │ ├── bootstrap.min.css.map │ ├── bootstrap-theme.css │ ├── bootstrap-theme.css.map │ ├── bootstrap-theme.min.css │ └── bootstrap-theme.min.css.map ├── js/ │ ├── bootstrap.js │ └── bootstrap.min.js └── fonts/

├── glyphicons-halflings-regular.eot
├── glyphicons-halflings-regular.svg
├── glyphicons-halflings-regular.ttf
├── glyphicons-halflings-regular.woff
└── glyphicons-halflings-regular.woff2

Buatlah Sebuah File
Selanjutnya, buatlah sebuah file sebagai bahan percobaan. Misalnya dengan nama index.html, simpan file tersebut di dalam folder bootstrap-3.3.6-dist tadi, kemudian tuliskan kode berikut:

<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
  <head>
    <meta charset="utf-8">
    <meta http-equiv="X-UA-Compatible" content="IE=edge">
    <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
    <!-- The above 3 meta tags *must* come first in the head; any other head content must come *after* these tags -->
    <title>Bootstrap 101 Template</title>

    <!-- Bootstrap -->
    <link href="css/bootstrap.min.css" rel="stylesheet">

    <!-- HTML5 shim and Respond.js for IE8 support of HTML5 elements and media queries -->
    <!-- WARNING: Respond.js doesn't work if you view the page via file:// -->
    <!--[if lt IE 9]>
      <script src="https://oss.maxcdn.com/html5shiv/3.7.2/html5shiv.min.js"></script>
      <script src="https://oss.maxcdn.com/respond/1.4.2/respond.min.js"></script>
    <![endif]-->
  </head>
  <body>
    <div class="container">
      <h1>Hello, world!</h1>

      <p><button class="btn btn-primary btn-lg">SAMPLE BUTTON</button></p>
    </div>

    <!-- jQuery (necessary for Bootstrap's JavaScript plugins) -->
    <script src="https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.11.3/jquery.min.js"></script>
    <!-- Include all compiled plugins (below), or include individual files as needed -->
    <script src="js/bootstrap.min.js"></script>
  </body>
</html>
Kode di atas merupakan format standar Bootstrap. Yang perlu diperhatikan adalah:

1. Pastikan link stylesheet Bootstrap mengarah pada path yang tepat dimana file CSS Bootstrap berada, relative terhadap file html yang memanggilnya.
Karena kebetulan file index.html yang kita buat berada di dalam folder bootstrap-3.3.6-dist dan di dalamnya langsung bersisi file Bootstrap, maka kita tulis css/bootstrap.min.css.

2. Pastikan juga script JavaScript Bootstrap mengarah pada path yang tepat dimana file JavaScript Bootstrap berada, relative terhadap file html yang memanggilnya.
<script src="js/bootstrap.min.js"></script>
Karena pada contoh kita, file index.html yang kita buat di dalam folder bootstrap-3.3.6-dist dan di dalamnya sudah ada file Bootstrap, maka path-nya bisa kita tulis js/bootstrap.min.js. Jika nanti kamu membuat file index.html nya tidak seperti path yang kita buat di atas nggak usah masalah, tinggal disesuaikan saja path-nya.

3. Pastikan JQuery terpanggil
Bootstrap membutuhkan JQuery agar berjalan dengan sempurna. Karena JavaScript-nya Bootstrap tidak akan bekerja jika tidak ada JQuery. So, pastikan JavaScript-nya terpanggil dengan baik. Sebagai contoh di atas, kita panggil JQuery langsung dari library-nya Google:

<script src="https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.11.3/jquery.min.js"></script>
Sebenernya kamu bisa juga sih memanggil JQuery-nya offline (karena mungkin aplikasi kamu tidak harus online) yaitu dengan download file JQuery-nya terlebih dahulu, itu bebas-bebas saja.


Oke, jika semuanya sudah aman, coba silahkan buka file index.html yang tadi dibuat dengan menggunakan browser. Jika tampilannya sudah seperti berikut, maka itu artinya kamu telah berhasil menginstall Bootstrap pada halaman web yang kamu buat.




Beberapa alasan mengapa saat ini cukup banyak pengembang yang menggunakan Bootstrap dalam membuat front-end website, yaitu karena beberapa kelebihan yang dimiliki oleh Bootstrap itu sendiri yang antara lain:

Dapat mempercepat waktu proses pembuatan front-end website
Tampilan bootstrap yang sudah cukup terlihat modern. 
Tampilan Bootsrap sudah responsive,sehingga mendukung segala jenis resolusi, baik itu PC, tablet, dan juga smartphone. 
Website menjadi Sangat ringan ketika diakses, karena bootsrap dibuat dengan sangat terstruktur.


Demikian penjelasan singkat mengenai Bootstrap dan fungsinya. Semoga bermanfaat.

Comments